Tuesday, April 10, 2012

RIM Bantah BlackBerry Sedang Tenggelam


Research in Motion atau RIM membantah apabila produk BlackBerry sedang anjlok. Buktinya, produk dari Kanada ini diklaim makin diminati oleh penggemar gadget seluruh dunia.

Team Lead Developer RIM Sarim Aziz menjelaskan hingga akhir 2011 jumlah pengguna BlackBerry di seluruh dunia mencapai 77 juta. Jumlah tersebut naik 20 juta pengguna dibandingkan pada akhir tahun sebelumnya.

"Pertambahan jumlah pengguna BlackBerry yang signifikan tersebut sekaligus membantah rumor kalau RIM tenggelam," kata Sarim ketika ditemui pada perayaan Ulang Tahun Startup Lokal kedua di Gedung Multimedia Telkom Jakarta, Sabtu (7/4/2012).

Di sisi lain, jumlah pengunduh aplikasi di perangkat BlackBerry juga naik. Rata-rata ada sekitar 6 juta aplikasi yang diunduh per hari atau rata-rata sekitar 177 juta per bulan, baik yang gratis maupun berbayar.

Bahkan jumlah pengunduhan aplikasi di BlackBerry App World sempat mencatatkan unduhan tertinggi, yaitu sekitar 2 miliar unduhan aplikasi per bulan. Rekor tersebut pernah tercipta pada Januari 2012.

"Menariknya, pengguna BlackBerry di Indonesia justru mengunduh aplikasi dua kali lebih banyak dibandingkan dengan pengguna yang menggunakan platform lain," ujarnya.

Dengan demikian, pihak RIM meyakinkan agar pengembang (developer) aplikasi untuk terus menciptakan aplikasi ke RIM. Dengan potensi tersebut, aplikasi yang ditawarkan ke BlackBerry App World akan dengan mudah diunduh oleh pengguna.

Apalagi menurut pihak RIM skema bagi hasil di BlackBerry App World lebih banyak dan lebih mahal dibandingkan dengan Google Play (dulu Android Market) ataupun Apple App Store.

"Kami terbesar kedua setelah Apple dalam membayarkan hak bagi hasil ke developer. Pembelian aplikasi di App World juga naik rata-rata 34 persen per tahun," tuturnya.

Perangkat BlackBerry saat ini sudah tersedia di 164 pasar di dunia, mendukung 14 bahasa untuk BlackBerry App World, 177 juta unduhan aplikasi per bulan dan didukung oleh 40 operator di 34 negara.

Credit to : Kompas

Artikel Terkait

0 comments:

Post a Comment